BERTEMU VINCENT WILLEM VAN GOGH DI BAWAH BINTANG-BINTANG MALAM
Sempat Saya kecewa dengan Nama saya sendiri. Bagaimana tidak,? Bukan orang tua saya yang memberi nama tersebut. Nama “Vincent” bahkan tidak bisa dieja dengan tepat oleh kedua orang tua saya. Nama ini diberikan oleh orang tua Baptis saya yang berada di Belanda. Ia tak pernah memberitahukan apa artinya hingga sekarang ini. Sehingga saya yang harus mencari artinya sendiri.
Setelah sekian lama mencari arti nama saya, saya merasa bahagia menemukannya malam ini. Bahkan, saya merasa bangga memiliki nama “Vincent” (Walaupun ini nama yang umum untuk daerah tertentu) nama yang indah bagaikan bintang-bintang di langit. Seperti Sang bintang sejati Vincent Willem van Gogh (30 Maret 1853 – 29 Juli 1890), yah, sang bintang yang memiliki hidup yang suram sebelum ia bersinar terang. Lukisannya membuat saya terharu. Betapa tidak, ia menorehkan seluruh kegalutan hidupnya dalam lukisan-lukisannya yang indah. Bahkan dari lukisannya kita bisa melihat bagaimana pergumulan hidupnya. Lukisan adalah teman baginya, melukiskan berarti bercerita saat tidak bisa mengatakan sesuatu apapun pada orang lain.


